Amin Mantan Atlet Senam Kumpulkan Rongsokan di Lahan Gusuran untuk Makan

Amin Mantan Atlet Senam Kumpulkan Rongsokan di Lahan Gusuran untuk Makan

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 18:34 WIB
Amin Mantan Atlet Senam Kumpulkan Rongsokan di Lahan Gusuran untuk Makan
Foto: Tya Eka Yulianti
Bandung - Di tengah lahan gusuran yang panas dan gersang, Amin Iksan (42) tetap berusaha mencari rongsokan untuk dikumpulkan dan dijual. Hasil jualan tersebut ia gunakan untuk makan sehari-hari di 'tenda' sementara yang seadanya yang akan ia tempati entah sampai kapan.

Padahal untuk berjalan saja Amin terlihat begitu kepayahan. Sakit gagal ginjal yang dideritanya membuat aktivitasnya terbatas.

"Saya jalan 10 meter aja ngos-ngosan," kata Ami saat ditemui di lahan gusuran di Kecamatan Kebonwaru Kecamatan Batununggal di Jalan Ibrahim Adjie Kiaracondong Bandung, Jumat (7/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia tetap harus mencari sedikit uang untuk membeli makan sehari-hari. "Yah, kumpulin besi-besi atau rongsokan seadanya untuk makan," tuturnya.

Selama 10 bulan ini Amin mengaku tak memiliki pekerjaan tetap. Ia mengandalkan kos-kosan dan studio musik yang dibuka disamping rumahnya. Namun Rabu (5/8/2015) seluruh bangunan yang luasnya 192 meter persegi itu habis digusur.

"Sekarang yang jadi tulang punggung istri saya. Kasihan dia harus lembur buat cari uang untuk sekolah dan susu anak," ungkap Amin. Istri Amin bekerja di perusahaan pakaian di Moch Toha.

Istri dan 3 anak Amin serta barang-barang lainnya dibawa ke rumah orang tua Amin di Cibiru. Amin memilih bertahan di lahan tersebut karena belum mendapat kejelasan dari Pemkot Bandung.

"Kan harus ada kepala keluarga yang cari tau kejelasan ini semua. Saya bertahan di sini sampai ada kejelasan," katanya.

Atas keinginannya itu, Amin harus bertahan di tengah keadaan yang serba terbatas. Tidur di kasur dengan atap terpal seadanya. Jika malam datang, angin kencang menerpa. Namun Amin menyatakan ia tak akan menyerah sampai ada kejelasan.

Amin merupakan salahsatu warga yang rumahnya terkena gusuran. Para warga ini selama puluhan tahun menempati lahan milik Pemkot Bandung. Lahan yang luasnya belasan hektare itu akan dibangun apartemen rakyat, pertokoan, dan juga taman. Warga yang digusur ditampung di Rusun Rancacili. Pemkot berjanji apabila apartemen rakyat itu sudah berdiri, mereka akan menjadi priotitas untuk bisa menempatinya. Soal gantirugi yang diminta warga, Pemkot menegaskan tak bisa melakukannya. Karena secara aturan, lahan itu merupakan milik pemda.

(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads