Ia terlihat mengerenyitkan alis. Wajahnya merengut. Sungai yang dilihatnya tak bersih, penuh sampah, berwarna hitam, dan mengeluarkan bau tak sedap yang pekat.
Sambil berpangku tangan pria yang akrab disapa Emil itu memerhatikan sekelilingnya. "Ini teh gak bisa dikeruk? Pak Camat dengan Koramilnya keruk sungai dong," kata Emil saat meninjau Sungai Cicadas Baru di Cijawura Hilir RW 12, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Jumat (7/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok Sabtu dibersihkan, saya minta fotonya," perintah Emil.
Emil kemudian berjalan hingga ke ujung sungai yang langsung berhadapan dengan tol Buahbatu. Di sungai itu Emil menjumpai tumpukan sampah yang lebih banyak, bahkan menutupi seluruh permukaan sungai.
Emil turun ke sungai yang sudah membentuk daratan, matanya melihat sekeliling. Di sampingnya Camat, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), lurah, Dirut PD Kebersihan, serta Kepala Satpol PP mendampingi.
Usai memantau, Emil melakukan rapat singkat di masjid milik warga setempat terkait rencana pembersihan sungai itu.
"Besok mulai dibersihkan tim katak dari DBMP. Mereka akan mengeruk sungai, sehingga ketika memasuki musim penghujan sudah bersih dan tidak terjadi banjir, ucap Emil usai rapat.
Pantauan detikcom sungai tersebut memang sangat kotor. Tumpukan sampah sisa kemasan makanan, plastik dan styrofoam bahkan helm mengambang begitu saja. Sampah itulah yang mengakibatkan banjir saat hujan melanda.
(avi/ern)











































