Puluhan rumah mulai dari Jalan Karawang (yang menghadap Jalan Ibrahim Adjie) hingga ujung Jalan Banteng, sudah dibongkar. Pembongkaran dilakukan dengan alat berat bekho. Terlihat sebagian warga juga ikut membongkar rumah mereka sendiri. Puluhan Satpol PP, polisi dan TNI berjaga-jaga di sekitar pembongkaran.
Warga terlihat pasrah mengeluarkan perabotan dari rumah mereka. Barang-barang mereka sudah tidak terlalu banyak, karena sebagian sudah dicicil diangkut ke Rumah Susun Rancacili, tempat relokasi yang disediakan Pemkot Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya mau enggak mau harus pindah. Menolak juga tetap digusur. Daripada enggak punya rumah, ya ikut maunya pemerintah saja. Sekarang pindah ke Rusun Rancacili," ujar Nurul.
Nurul mengaku lokasi rumahnya saat ini jauh dengan sekolah anak-anaknya, sehingga butuh biaya untuk ongkos dan waktu tak sedikit. "Mau pindah juga mahal. Ya udah gimana lagi," keluhnya.
Keluhan yang sama dikatakan Fatin (45), yang sama sudah menempati rumahnya di RT 6 RW 8 Kelurahan Kebonwaru Kecamatan Batununggal sejak lahir. "Sekarang mah jauh, macet. Bisa dua jam dari rumah ke sekolah," katanya.
Di tengah pembongkaran, tiba-tiba puluhan warga yang menolak pembongkaran meminta petugas untuk menghentikan pembongkaran. Mereka menghadang Bekho. Petugas Satpol PP mencoba menjelaskan pada warga bahwa petugas tak bisa menghentikannya. Suasana sempat memanas. Akhirnya alat berat pun berhenti.
"Kita akan bikin tenda di sini. Wali kota kejam tidak punya perasaan," ujar salahseorang warga yang menolak. Ia menyayangkan mengapa rumahnya ikut dibongkar, padahal mereka menyatakan menolak.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berkumpul. Sebagian warga tetap mengevakuasi perabotan mereka dan diangkut dengan truk dan mobil colt buntung. Petugas pun sementara waktu menghentikannya.
Lahan milik Pemkot Bandung di Kecamatan Batununggal yang sudah ditempati warga sejak puluhan tahun seluas 13,5 hektare. Lahan itu ditempati bangunan berupa pabrik, tempat usaha, dan juga tempat tinggal. Secara bertahap, Pemkot melakukan pembongkaran. Rencananya akan dibangun apartemen dan pertokoan serta taman. Pembangunan dan pengelolaannya diserahkan pada pihak ketiga, PT Mega Chandra Putra Buana.
(ern/ern)











































