Hati-Hati Warga Bandung, Penjambret Sadis Incar Korban Saat Pagi Hari

Hati-Hati Warga Bandung, Penjambret Sadis Incar Korban Saat Pagi Hari

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 03 Agu 2015 18:00 WIB
Bandung - Ulah penjambret sadis makin meresahkan warga Bandung yang berpergian melintasi ruas jalan raya. Belum lama ini tercatat dua kasus penjambretan terjadi pagi hari atau setelah azan Subuh berkumandang. Satu korban tewas dan satu luka berat akibat terjatuh dari sepeda motornya gara-gara serangan penjambret. Hati-hati!

Sepertinya ragam upaya dilakukan penjambret guna mencari celah dalam memuluskan aksi biar luput dari amatan polisi. Salah satunya menggeser jam beroperasi menjadi pagi hari atau berdekatan matahari terbit. Terbukti dua kasus pejambretan pada Jumat 31 Juli di Jembatan Pasupati dan Minggu 2 Agustus lalu di Jalan Sunda berlangsung antara pukul 05.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB.

"Dua kejadian (jambret) terjadi menjelang pagi," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (3/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi terus memburu pelaku yang beraksi di dua tempat tersebut. Ngajib menolak menyimpulkan tanpa bukti jika kejahatan jalanan ini melibatkan kelompok berandalan bermotor.

Dia menyebut tindakan pejambret itu masuk kategori kriminal pencurian disertai kekerasan. Mengingat pola waktu serupa pada dua kasus penjamberetan tersebut, Ngajib menduga pelakunya masih satu komplotan.

"Kemungkinan pelakunya sama, tapi ini baru dugaan saja. Kami masih menyelidikinya," ujar Ngajib.

Mengantisipasi penjambret seliweran di jalan raya, polisi meningkatkan patroli. Polisi juga mengimbau warga tetap waspada.

Minggu Subuh sekitar pukul 05.10 WIB Farida Miawati (50), tewas terjatuh dan sempet terseret 3 meter saat berusaha mempertahankan tas miliknya yang dijambret di Jalan Sunda. Saat itu ia dibonceng suaminya Reno Ahmad Fatah (50). Suaminya pun mengalami luka karena terjatuh.

Jumat subuh sekitar pukul 05.00 WIB, Nita Yunita (24) dan ibunya Siti Masitoh (55), menjadi korban penjambretan. Nita dirawat di RS Santo Yusup karena mengalami luka serius di bagian muka. Sebelas giginya tanggal.

(bbn/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads