Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menyempatkan diri ke toilet kantor Satpol PP Kota Bandung di Jalan Martanegara untuk mengambil sampel urinenya dalam wadah yang disediakan oleh BNN.
Petugas kemudian memeriksa langsung sampel urine milik Emil dengan alat yang menyerupai test pack. Hasilnya dalam alat tersebut muncul dua garis, yang artinya negatif.
"Teman-teman bisa lihat langsung ya, hasilnya negatif. Artinya bersih, steril," ujar Emil kepada wartawan.
Menurut Emil, pelaksanaan tes urine ini merupakan komitmen Pemkot Bandung untuk mewujudkan PNS yang bersih.
"Ini sesuai dengan prinsip PNS yang bersih melayani. Bersih lahir yakni bebas narkoba dan lainnya, bersih batin itu tidak korupsi," ucap Emil.
Menurut Emil, dipilihnya kantor Satpol PP untuk melakukan sidak tes urine karena Satpol PP adalah salah satu instansi yang personelnya banyak berkegiatan di lapangan.
"Satpol PP diplih karena satuan yang memang banyak berkegiatan di lapangan, dikhawatirkan ada godaan-godaan dari luar. Tapi kalau memang tidak ya tidak perlu takut," kata Emil.
Di tempat yang sama Kepala BNN Kota Bandung, Yeni Siti Saodah mengatakan tes urine tersebut merupakan program rehabilitasi yang dicanangkan oleh Presiden.
"Sebelum ke masyarakat. Dimulai dulu dari aparat pemerintah. Kita berharap negatif semua, namun apabila ada indikasi nanti disampaikan hasilnya," ucap Yeni.
Masing-masing personel Satpol PP dites sekitar 5 menit. Ada 5 jenis tes yang diperiksa yakni Morfin, Amfetamin, THC atau ganja,Β Met Amfetamin (sabu-sabu, extacy) dan Benzodiazepin (obat penenang).
(avi/ern)











































