Seharusnya rencana seminar sharing ekonomi itu dilakukan dalam waktu dekat. "Organda curhat masalh UBER dan Gojek. Semakin ke sini kan makin banyak hal baru yang harus kita pahami. Maka itu kita seminarkan, biar kita dengar semua pihak termasuk masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (14/7/2015).
Namun pihak dari Organda dan Pengusaha taksi di Kota Bandung belum siap. Mereka meminta waktu untuk sosialisasi terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Emil, pihak Organda juga sudah berjanji akan memberikan fasilitas terbaiknya untuk masyarakat. Bahkan, lanjut Emil, pemilik taksi Rina Rini sudah menyiapkan sistem aplikasi untuk diterapkan pada armadanya.
"Salah satu contoh niat baiknya tadi pemilik taksi Rina Rini sudah menunjukkan aplikasi. Itu kan menunjukan suatu kemajuan," katanya.
Sementara itu, Ketua Organda Kota Bandung Neneng Djuraidah mengaku pihaknya tidak bermasalah dengan sistem teknologi UBER. Namun pihaknya tidak setuju karena UBER beroperasi seperti taksi gelap.
"Kami menghormati Pak Wali yang menginginkan adanya seminar. Kita sosialisasikan kepada anggota kami. Tapi tetap kita permasalahkan legalitasnya taksi Uber," adu Neneng kepada Emil.
(avi/ern)











































