"Awal terungkapnya saat anggota Polsek Sumur Bandung melaksanakan patroli keliling. Nah, tepat di pabrik es, ada kontainer yang mencurigakan karena bau busuk," kata Kapolsek Sumur Bandung Kompol Wadi Sabani di lokasi penemuan daging sapi busuk.
Polisi mengecek dan membuka pintu peti kemas guna memastikan sumber bau tak sedap. "Kami kroscek, ternyata pada umumnya daging itu busuk. Baunya sangat menyengat," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas Distan tadi menguji langsung sampel daging menggunakan testpack. Semua daging sapi, enggak ada daging lain, jumlahnya sebanyak 10 ton. Pemiliknya yaitu B dan K mengaku sudah sepekan lalu menyimpang daging sapi. Mereka menyebut alat pendingin di dalam kontainer kondisinya rusak," tuturnya.
"Informasinya, daging sapi itu disebarkan ke pasar, kafe dan resto di Bandung," ucap Wadi menambahkan.
Hasil penyelidikan polisi, Wadi menjelaskan, B dan K mempunyai pabrik makanan olahan berbahan daging sapi. Wadi bersama anak buahnya langsung mendatangi pabrik yang berlokasi di area pertokan Luxor Permai, Jalan Kebon Jati, Kota Bandung.
"Mereka memproduksi makanan olahan seperti baso, dengdeng dan abonn. Namun kami belum bisa memastikan apakah makanan olahan ini menggunakan bahan daging busuk atau buka," tutur Wadi.
B dan K bersama sejumlah pekerjanya kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumur Bandung. Polisi turut menggandeng instansi terkait seperti Distan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menguji lab bahan makananan olahan serta mengecek legalitas izin kesehatan produksi pangan.
"Perlu pengujian secara laboratorium untuk memastikan apakah makanan olahan berbahan daging sapi ini layak makan atau tidak," kata Wadi. (bbn/try)











































