Hal itu diketahui setelah Pemkot Bandung melalui sekolah mengumumkan telah bekerjasama dengan kepolisian akan menyelidiki dan menindak tegas bagi warga mampu yang mendaftarkan anaknya dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) demi mendapatkan bangku.
"Polisi sudah bergerak, polsek-polsek sudah ke sekolah, meminta data pemalsuan SKTM yang diduga dimanfaatkan untuk mengaku sebagai kaum miskin. Saya mendapat laporan seribu warga yang mengundurkan diri yang tadinya mengaku-ngaku miskin," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa (30/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil meminta kepada warga Bandung agar tidak melakukan pemalsuan data. "Terbukti kan setelah kita umumkan akan ditindak tegas, jadi banyak yang mengundurkan diri. Makanya dari awal jangan macam-macam," tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disdik Bandung Elih Sudiapermana mengungkapkan seribu peserta SKTM yang mengundurkan diri merupakan calon siswa tingkat SMA dan SMK. "Kalau SMP belum, baru kita umumkan," kata Elih.
Menurutnya Disdik sudah membentuk tim 100 orang untuk menyelidiki kasus kecurangan ini. "Kita juga akan menyelidiki siapa tahu ada orang dalam sekolah yang terlibat. Kalau ada guru yang terlibat, akan kita tindak tegas," tandasnya.
(ern/ern)











































