"Memang cukup jomplang antara siang dan malam hari. Tapi ini wajar karena memasuki musim kemarau, cuma pasti kaget. Karena memang bulan ini terendah," ujar Prakirawan BMKG Bandung Jadi Hendarmin dihubungi melalui telepon, Minggu (21/6/2015).
Penyebabnya, jelas dia, tanah cepat melepaskan panas laten. "Tanah itu merupakan penyerap panas yang lambat namun cepat mengeluarkan panas laten. Jadi panas yang disimpan pada siang hari, secara cepat dikeluarkan, sehingga malam hari menjadi lebih dingin," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya dingin, hembusan angin pada malam hari di Kota Bandung juga cukup kencang. Tercatat kemarin 16 kilometer per jam. "Ya anginnya cukup kuat, tapi masih batas normal. Penyebabnya karena ada angin kuat dari Australia menuju Asia dan kita terlewati. Juga massa udara dingin dan kering, sehingga angin cukup kencang," jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau agar warga Bandung menjaga staminanya saat bulan puasa kali ini. "Kalau bisa kurangi aktivitas di luar ruangan. Meski puasa, tetap jaga asupan air saat berbuka, jangan sampai dehidrasi," katanya.
(ern/try)











































