Agustus, Seluruh Reklame di Bandung Diturunkan

Agustus, Seluruh Reklame di Bandung Diturunkan

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 15:40 WIB
Agustus, Seluruh Reklame di Bandung Diturunkan
Ilustrasi/ dok detikcom
Bandung - Kesemrawutan reklame di Kota Bandung cukup mengganggu estetika. Belum lagi banyak di antara iklan-iklan tersebut yang ilegal. Buruknya sistem pengelolaan reklame di Bandung selama bertahun-tahun kini bakal diberantas. Mulai Agustus 2015 mendatang, seluruh reklame di Bandung akan diturunkan.

Hal itu dikemukakan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (18/6/2015).

Menurutnya Kota Bandung begitu banyak dihiasi oleh reklame. Namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung masih belum maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam waktu dekat kita akan menertibkan reklame-reklame. Jadi kita minta semuanya diturunkan dulu," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan.

Penertiban reklame tersebut, lanjutnya, akan disosialisasikan terlebih dahulu pada bulan Juli mendatang. Sementara pembongkaran akan dilakukan di bulan Agustus.

"Pembongkaran sektar Agustusan lah. Jika tidak diturunkan, akan dibongkar paksa bulan berikutnya. Lelang titik baru sekitar Oktober, Desember dibangun ulang, Januari muncul wajah baru reklame Bandung dengan lebih terukur," terang Emil.

Emil menilai selama ini antara penghasilan pengusaha dan PAD Kota Bandung tidak adil. Untuk itu pihaknya juga akan mengubah Perda terkait reklame agar lebih tertib dan adil untuk Kota Bandung.

"Jadi selama ini teh hanya dihitung dari ukuran saja. Sementara dalam satu media reklame itu kan bisa ganti-ganti siapa yang mengiklan. Itu tidak masuk ke kita. Hanya satu kali saja bayar ke Pemkotnya mah. Makanya nanti Perda akan direvisi," ujar Emil.

Dalam proses lelang titik reklame nanti, Pemkot Bandung akan memilih pengusaha yang lebih banyak memberikan keuntungan bagi Pemkot. Sehingga ke depan PAD Pemkot Bandung dari reklame akan meningkat.

"Kenapa banyak reklame ilegal yang menjamur, karena potensial. Jadi kita mau fair, kita lelang. Yang kita pilih nanti yang paling banyak memberikan keuntungan untuk Bandung, misalnya 70 pengusaha 30 pemkot, atau ada yang baik yang mau fifty-fifty," ungkapnya.

Soal reklame-reklame saat ini yang masih berisi iklan dan memiliki izin, Emil mengaku akan diprioritaskan dalam lelang nanti. Namun tetap diberhentikan dulu untuk sementara.

"Kalau masih ada izinnya, diberhentikan dulu. Tapi nanti saat lelang dia dapat poin lebih dari yang lain," tandasnya.

Dengan optimis, Emil meyakini gebrakan penertiban reklame ini akan mengembalikan 'kerugian' Pemkot Bandung dari sisi pendapatan reklame.

"Insya Allah kalau semua berjalan lancar, tahun depan PAD Kota Bandung meningkat," ungkapnya dengan semangat.

(avi/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads