Hal itu dikatakan Ketua Forum Aspirasi Guru Independen (FAGI) Iwan Hermawan kepada detikcom, Selasa (16/6/2015). "Saya telah menerima surat dari Ombudsman pada 4 Juni lalu yang isinya menyimpulkan bahwa soal dan kunci jawaban yang beredar sama persis dengan soal yang diujikan saat UN," ujarnya yang menjadi pelapor soal dugaan kebocoran soal ini.
Dalam surat Ombudsman yang diperlihatkan Iwan, Ombudsman menyatakan bahwa untuk jurusan IPS, mata pelajaran yang terbukti sama soal dan kunci jawabannya adalah Sosiologi dan Geografi. Sementara Jurusan IPA, adalah Bahasa Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan kasus ini mencuat setelah ia sendiri mendapat laporan adanya penyebaran contoh soal ujian dan kunci jawaban. Kemudian ia melaporkannya ke Ombudsman Jabar.
"Contoh soal dan sejenis kunci jawaban itu dibeli para siswa Rp 1,4 juta per kelas yang dikumpulkan oleh koordinator sekolah. Lalu dikirim ke seorang alumni," ungkapnya.
Alumni tersebut, kata dia, kemudian mengirimkan contoh soal dan kunci jawaban melalui media chat Line. "Menurut pengakuan koordinator sekolah, alumni itu dapat soalnya dari komunitas alumni sebuah SMP di Bandung. Ini penyebarannya hampir merata ke seluruh SMA di Bandung. Tentu saja, ini kebenarannya perlu diselidiki lebih lanjut," tandas Iwan.
Karena itu, ia berharap pihak kepolisian turun tangan mengusut dugaan kebocoran soal UN SMA. "Kalau praktek seperti ini terus dibiarkan bahaya," tegasnya.
Iwan mengaku hasil dari Ombudsman juga sudah diserahkan ke Kepala Disdik Kota Bandung, Disdik Jabar, dan Kepala Balitbang Kemdikbud. "Tapi sejauh ini belum ada respon," pungkasnya. (ern/ern)











































