Warga yang meninggal yaitu Adang (50) pada Selasa (2/6/2015), Luki (20) pada Kamis (4/6/2015) dan Beno (40) Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara korban kritis satu orang masih dalam perawatan RSUD Sekarwangi Cibadak.
Usai pemakaman Beno, ratusan warga kemudian berkumpul dan bergerak mendatangi gudang yang diduga menjual dan mengoplos miras. "Gerakan warga ini spontan, akumulasi kemarahan akibat ada 3 warga kami yang meninggal berturut turut," ujar Joko Hartanto (49) tokoh masyarakat RW 07.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesal, akhirnya warga membongkar paksa pintu yang tergembok. Dari empat gudang yang didatangi, warga hanya menemukan miras di salah satu gudang. Di gudang itu ditemukan puluhan jeriken berisi miras oplosan berbagai jenis, juga botol dan kaleng bekas Miras.
"Warga kami berturut-turut meninggal. Saya menduga masih banyak yang akan jadi korban karena sudah ada yang merasakan sakit perut. Kapan minumnya saya tidak tahu, yang pasti warga saya sudah banyak bertumbangan akibat Miras," lanjut Joko.
Sejumlah petugas berseragam kepolisian dari Polsek Cibadak yang datang terlambat, segera mengamankan lokasi yang sebelumnya sempat dibongkar warga.
"Kegiatan warga tidak ada koordinasi dengan jajaran kami, makanya tadi tegas saya bubarkan mereka. Kalau untuk Mirasnya sudah kita amankan di kantor," singkat Kapolsek Cibadak Kompol Undang Dedi.
(ern/ern)











































