Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 di Bandung berlangsung hari ini. Panitia Lokal (Panlok) Bandung SBMPTN sudah mengantisipasi segala bentuk kecurangan peserta ujian. Modus kecurangan seperti apa yang harus diwaspadai pengawas?
Sekretaris Panlok Bandung SBMPTN 2015 Asep Gana Suganda menyebutkan pihaknya telah menyusun strategi mencegah upaya peserta bertindak curang selama proses ujian tertulis. Pengawas di dalam ruangan harus sigap memonitor kecurangan bermodus konvensional dan menggunakan alat canggih.
"Kalau pakai handsfree dan telepon yang disembunyikan di balik pakaian itu merupakan cara lama. Sekarang kami curigai itu seperti modus pakai arloji (gadget), kancing komunikasi, kacamata tebal dan alat dengar," ucap Asep sewaktu menggelar konferensi pers di Sekretariat SBMPTN 2015, Labtek V ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (9/6/2015).
Selain itu, peralatan teknologi yang dimodifikasi berbentuk anting, pulpen dan penghapus turut menjadi sorotan. "Batu akik juga kita curigai," ucap Asep bernada canda.
Seluruh barang-barang tersebut, Asep menegaskan, tidak boleh dibawa masuk ke dalam ruangan. Ditanya soal siasat menangkal aneka kecurangan peserta ujian, Asep menolak membeberkan.
"Kami sudah punya sistemnya. Tapi enggak mungkin saya umumkan," ujar Asep.
Ketua Panlok Bandung SBMPTN 2015 Bermawi Priyatna Iskandar memerintahkan kepada seluruh pengawas agar jeli memantau gerak gerik peserta. "Kami sampaikan kepada pengawas untuk tetap waspada. Tentu saja, kami terus mencurigai modus-modus baru kecurangan," tutur Bermawi.
Panlok Bandung mengerahkan 4.214 orang pengawas yang menyebar di 210 lokasi ujian yang terdiri 2.096 ruang ujian. Satu ruangan ujian dikawal dua pengawas. Ruang ujiang berada di sejumlah SD Negeri, SMP Negeri dan Swasta, SMA Negeri, Swasta dan Kejuruan, serta perguruan tinggi negeri, swasta dan lembaga pendidikan.
Sebanyak 43.887 peserta SBMPTN 2015 bersaing guna mendapatkan kursi di empat perguruan tinggi negeri (PTN) yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya. Jumlah peserta tersebut terdiri 41.887 orang untuk Sub-Panlok Bandung dan 2.000 orang untuk Sub-Panlok Tasikmalaya.
Ini Modus Kecurangan yang Diwaspadai Pengawas Ujian SBMPTN Bandung
Selasa, 09 Jun 2015 09:14 WIB
Bandung -
Â
(bbn/ern)











































