Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memantau kondisi harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan puasa pada pertengahan Juni 2015 mendatang. Usai meninjau salah satu pasar tradisional di Kota Bandung, politisi PKS tersebut memastikan harga-harga sembako tidak bergejolak.
"Hasil pemantauan, harga-harga masih relatif stabil. Stok pangan enggak masalah, Bulog menyatakan aman untuk lima bulan ke depan," kata Aher, sapaan gubernur, di Pasar Sederhana, Jalan Jurang, Kota Bandung, Senin (8/6/2015).
Harga beras di Pasar Sederhana dijual pedagang mulai harga terendah Rp 9 ribu per kilogram hingga harga tertinggi Rp 13 ribu. Cabai keriting harganya 24 ribu per kilogram hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Daging sapi super dilego senilai Rp 98 ribu per kilogram dan daging ayam Rp 32 ribu per kilogram. Sejauh ini harga daging tersebut belum ada kenaikan. "Diharapkan harganya tidak bergejolak," ucap Aher.
Aher menyebut Harga bawang merah mengalami kenaikan yang saat ini dijual pedagang seharga Rp 35 ribu per kilogram dari harga Rp 30 ribu per kilogram. "Ini (sembako yang naik) gejala puasa. Tapi jangan khwatir, untuk bawang, produksi dalam negeri masih mencukupi. Hanya nanti tinggal pemerataan distribusi saja," tuturnya.
"Cabai juga enggak perlu impor. Kita harus mandiri dalam perekonomian," kata Aher menegaskan.
Aher berkeliling menyambagi sejumlah pedagang yang saban hari beraktivitas di Pasar Sederhana. Dia berinteraksi langsung dengan beberapa pedagang daging sapi, ayam, ikan dan sayuran. Bahkan Aher mendadak menjadi pedagang daging sapi yang melayani seorang pembeli.
Dia berharap stabilnya harga sembako untuk keperluan masyarakat Jabar bisa berlangsung sepanjang bulan puasa. "Semoga awal hingga Idul Fitri nanti harga-harga tetap stabil," ujar Aher yang didampingi Kadisperindag Jabar Ferry Sofwan.
Iyas (45), pedagang daging ayam, memprediksi saat mendekati momen munggahan bulan puasa nanti harga daging ayam bisa naik. "Sudah seminggu ini harga daging ayam menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Awalnya Rp 30 ribu. Kemungkinan harganya bisa naik mencapai Rp 35 ribu saat munggahan. Kami inginnya stabil, tapi semua itu melihat harga dari penyuplai. Kalau naik, masa kami menjual tanpa untung," ujar Iyas.
(bbn/ern)










































