Din Syamsuddin Kritisi Soal Tembak Mati Terduga Teroris

Din Syamsuddin Kritisi Soal Tembak Mati Terduga Teroris

Tya Eka Yulianti - detikNews
Rabu, 03 Jun 2015 14:50 WIB
Din Syamsuddin Kritisi Soal Tembak Mati Terduga Teroris
Bandung - Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan keprihatinan soal ekstrimisme keagamaan dengan menggunakan kekerasan. Ia juga mengkritisi cara memerangi terorisme yang seringkali para pelaku atau terduganya ditembak mati tanpa dimintai keterangan terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan Din saat ditemui usai menghadiri Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia di Gedung Merdeka Bandung, Jalan Asia Afrika, Rabu (3/6/2015). Diakui Din, penanggulangan terorisme di Indonesia masih bisa diatasi. Namun ia mengkritisi seringnya para terduga teroris ditembak mati, sehingga tak bisa digali keterangannya.

"Jadi enggak bisa ditanya Anda dari mana mengapa Anda demikian, ini lah yang harus diperbaiki. Kita tetap menolak dan memerangi terorisme tapi harus dengan cara tepat dan jitu," jelas Din.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seharusnya, lanjut Din, penanggulangan terorisme dilakukan secara Indonesia. Seperti apa? "Sebaiknya harus diatasi dengan cara-cara Indonesia. Itu yang kita pesankan pada BNPT dan Densus 88 untuk bisa menanggulanginya dengan cara Indonesia. Caranya, Kita ingin tahu siapa mereka yang dituduh teroris sehingga kita bisa bicara kalau tahu orangnya. Tokoh Islam bisa bicara dan mereka mungkin akan menyadari," katanya.

Lebih lanjut Din menyatakan dalam pertemuan Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia ini, ada dua fenomena besar yang dibahas yaitu kebangkitan Asia Timur dan di kawasan Asia Tenggara ada Asean Economic Community. Maka apa peran agama-agama yang ada di Asia untuk mengatasi itu semua," ujar Din.

Ia menyampaikan keprihatinan dengan tantangan dan ancaman global tentang ekstrimisme keagamaan yang menggunakan kekerasan. "Ini semua masalah dan ancaman bagi umat manusia dan kemanusiaan maka agama harus bicara itu semua," katanya.

Dalam acara ini menurut Din akan membahas berbagai masalah termasuk ISIS. "Walau terjadi di Timur Tengah tapi ini ancaman global, Islam memandang kekerasan menggunakan agama itu bukanlah sikap keagaamaan. Tapi, itu sikap yang bertentangan dengan agama," tegas Din.

(tya/err)


Berita Terkait