Hal itu disampaikan Din saat ditemui usai menghadiri Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia di Gedung Merdeka Bandung, Jalan Asia Afrika, Rabu (3/6/2015). Diakui Din, penanggulangan terorisme di Indonesia masih bisa diatasi. Namun ia mengkritisi seringnya para terduga teroris ditembak mati, sehingga tak bisa digali keterangannya.
"Jadi enggak bisa ditanya Anda dari mana mengapa Anda demikian, ini lah yang harus diperbaiki. Kita tetap menolak dan memerangi terorisme tapi harus dengan cara tepat dan jitu," jelas Din.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Din menyatakan dalam pertemuan Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia ini, ada dua fenomena besar yang dibahas yaitu kebangkitan Asia Timur dan di kawasan Asia Tenggara ada Asean Economic Community. Maka apa peran agama-agama yang ada di Asia untuk mengatasi itu semua," ujar Din.
Ia menyampaikan keprihatinan dengan tantangan dan ancaman global tentang ekstrimisme keagamaan yang menggunakan kekerasan. "Ini semua masalah dan ancaman bagi umat manusia dan kemanusiaan maka agama harus bicara itu semua," katanya.
Dalam acara ini menurut Din akan membahas berbagai masalah termasuk ISIS. "Walau terjadi di Timur Tengah tapi ini ancaman global, Islam memandang kekerasan menggunakan agama itu bukanlah sikap keagaamaan. Tapi, itu sikap yang bertentangan dengan agama," tegas Din.
(tya/err)











































