Eko Purwanto (30), salah satu petugas kebersihan, menemukan janin pada pukul 10.00 WIB, Rabu (3/5/2015), sewaktu bertugas di Taman Flexi.Β "Awalnya saya kira sampah. Lalu kain merah itu saya masukkan ke kantong plastik," ujar Eko di lokasi kejadian.
Dia tidak curiga kalau di dalam kain yang berada di sudut taman itu berisi calon bayi. Lokasi taman berada di depan kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) Universitas Islam Bandung. Tak lama kemudian Eko dipanggil rekannya, Tatang, yang penasaran lantaran mencium bau amis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Janin berukuran panjang kira-kira sejengkal jari tangan orang dewasa itu nampak berlumuran darah kering. Anatomi tubuh seperti kepala, sepasang kaki dan tangan, sudah berbentuk. Namun kondisi jenis kelamin belum sempurna.
Dalam bungkusan kain merah ditemukan juga satu pembalut wanita, celana training merah dan lap bernoda darah. Eko melaporkan kejadian ini ke mandornya, lalu diteruskan ke aparat Kelurahan Tamansari dan polisi. Setelah itu, anggota Polsek Bandung Wetan datang ke lokasi dan membawa janin ke RS Hasan Sadikin Bandung, sekitar pukul 12.30 WIB.
Polisi belum bisa memastikan janin tersebut diduga menjadi korban aborsi hasil hubungan gelap. "Kami masih menyelidikinya," ucap Kapolsek Bandung Wetan Kompol Indra Budi di lokasi kejadian.
(Baban Gandapurnama/Erna Mardiana)











































