"Kalau selama itu kebaikan dijalankan secara komitmen dan istiqomah, saya yakin (Ridwan Kamil) berhasil," ucap Deddy saat ditemui wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (29/5/2015).
Dia mengungkapkannya sewaktu ditanya soal apakah Ridwan Kamil bisa mengatasi persoalan Saritem. Lebih lanjut Deddy menuturkan, kewenangan khusus penyelesaian masalah Saritem berada di tangan Pemkot Bandung.
Pria dikenal publik sebagai aktor senior ini memberikan ilustrasi berkaitan penutupan area prostitusi terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kramat Tunggak, Jakarta.
"Jadi begini deh contohnya, enggak usah banyak berdebat. Kalau Kramat Tunggak (Jakarta) sebagai daerah prostitusi terbesar itu bisa menjadi Pusat Pengembangan Islam, kenapa di Bandung tidak bisa. Patokannya itu saja, Saritem harus bisa begitu. Ya perlu upaya yang konsisten," tuturnya.
Lokalisasi Kramat Tunggak adalah sebuah lokalisasi untuk pelacuran yang pernah ada di daerah Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Pada kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, Kramat Tunggak ditutup dan diganti dengan Jakarta Islamic Centre. Pada masanya, lokalisasi ini diakui sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara.
Antisipasi agar praktik prostitusi di Saritem tak menggeliat lagi pascarazia oleh Polrestabes Bandung, beberapa waktu lalu, Deddy mendorong semua tidak diam diri mengawasi.
"Pengawasannya harus bersama-sama melibatkan semua pihak mulai Pemkot, Polisi, TNI hingga masyarakat," kata Deddy singkat.
(Baban Gandapurnama/Erna Mardiana)











































