Insiden tersebut berlangsung di Gang Haji Yasin IX No.372, RT 6 RW 2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Rabu (27/5/2015), sekitar pukul 03.30 WIB. "Saya kaget mendengar satu kali suara ledakan di rumah Bu Pariyem. Awalnya mengira ledakan bom. Waktu itu saya lagi ada di dalam kamar, langsung ke luar rumah," kata Timour Tiani Malinda (52), tetangga korban, di lokasi kejadian.
Timour makin terkejut lantaran melihat semburan api di atas tempat tinggal Pariyem. Dia spontanitas berteriak minta tolong.
"Tembok rumahnya terlontar. Atap seng juga hancur. Kondisi Bu Pariyem luka bakar di wajah, tangan dan paha," ujarnya.
Sewaktu kejadian tersebut, kata Timour, korban sendirian lantaran suaminya pulang kampung mengantar anak. Sebelum azan subuh berkumandang, sambung dia, biasanya Pariyem menyiapkan segala kebutuhan berjualan jamu.
"Sepertinya gas elpiji di dalam rumahnya bocor, terus meledak," ujar Timour.
Pantauan di lokasi, rumah petak satu lantai berukuran 5 meter x 3 meter itu rata dengan tanah. Kondisinya porak poranda. Tembok rumah sudah tak berbentuk, atapnya pun bolong melompong akibat dahsyatnya ledakan. Sisa puing-puing material bangunan nampak berserakan.
Kasus tersebut ditangani Polsek Sukajadi. Polisi mengamankan satu kompor gas dan satu tabung gas 'melon' dari tempat kejadian perkara. Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, area rumah dipasang garis polisi. Kini Pariyem masih menjalani perawatan medis di RS RSHS.
(Erna Mardiana/Erna Mardiana)











































