"Memang sudah ada laporan, biasanya maraknya menjelang bulan Ramadan dan lebaran. Biasanya mereka tidak berani melakukan transaksi di dalam. Biasanya mereka lakukan lewat transaksi komunikasi. Kebetulan saya kan mantan Camat Andir jadi saya tahu persis kondisi di sana," ujar Eddy saat dihubungi melalui telepon.
Ia mengaku sebenarnya sudah berencana melakukan razia, namun perkara siapa lebih dulu yang melakukan razia di lapangan, Eddy mengaku tidak masalah.
"Kita kan sama-sama dengan Polrestabes, punya tugas yang sama agar tetap kondusif. Siapapun yang melakukan kegiatan. Kalau pengawasan, kita lakukan dengan melibatkan aparat kewilayahan," kata Eddy.
Pasca razia, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan di lapangan. Sejumlah aparat Satpol PP akan diterjunkan untuk mengawasi lokalisasi yang sudah ditutup pada tahun 2007 lalu,
"Kita akan terus mengawasi, kita terjunkan anggota dan aparat kewilayahan untuk mengawasi. Tidak ada alasan ekonomi atau untuk THR," tegasnya.
(Avitia Nurmatari/Erna Mardiana)










































