Di antaranya dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Banjar, Cirebon, Indramayu dan lainnya. Sebelum tiba di gasibu, mereka melakukan pawai.
Dalam jumpa pers yang digelar di Gasibu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyebut saat ini Indonesia berada dalam ancaman serius yang merupakan dampak dari neoliberalisme serta neoimperilisme.
"Seluruh masyarakat wajib bahu membahu untuk meyelamatkan Indonesia dari keterpurukan. Salah satunya menegakkan syariat islam," ujar Humas HTI Jabar Luthfi Afandi.
Luthfi mengatakan, kegiatan rapat akbar itu untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya keberadaan khilafah untuk menegakkan syariat islam di Indonesia.
"Saat ini Indonesia ada di bawah ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme. Jadi butuh khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah dan menghadapi segala bentuk ancaman itu," tegasnya.
HTI menilai kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan Jokowi-JK sudah menunjukan ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme.
"Di antaranya kebijakan subsidi bbm dan pasar bebas nasional.," tandasnya.
(avi/avi)











































