"Bentuknya bulat berwarna cokelat tua. Sepintas memang sulit membedakan cookies asli makanan dan cookis mengandung ganja," kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jabar AKBP Yoslan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (13/5/2015).
Setiap kue kering ganja ini ditabur kacang. Ganja ditumbuk lalu dicampur adonan kue yang dikemas toples bening ukuran mini.
"Satu toples berisi tujuh kue kering ganja," ucap Yoslan.
Terungkapnya kasus tersebut bermula saat polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan transaksi narkoba di kawasan Pajajaran. Polisi menggerebek indekos NK di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, belum lama ini.
"Petugas menggeledah kamar indekos tersangka. Ternyata tersangka menyimpan narkoba jenis ekstasi. Selain itu, petugas menemukan tiga toples ukuran kecil berisi kue kering di dalam lemari pakaian. Karena curiga, kue kering dikirim ke Puslabfor Mabes Polri," kata Yoslan.
Perempuan berambut panjang tersebut bersikukuh baru kali pertama melakoni penjualan kue kering ganja di Kota Bandung. Warga asal Subang, Jabar, ini mengaku mendapatkan empat toples berisi kue kering mengandung ganja dari kekasihnya, inisial Y.
"Dari empat toples itu, baru laku satu toples. Waktu itu saya jual ke seorang pria. Saya enggak kenal pembelinya. Saya hanya disuruh pacar untuk memberikan kepada pembeli," ujar NK. (bbn/ern)











































