"Kami tak terputus dalam pengungkapan kasus ini saja. Tentu penyelidikan terus dilakukan untuk mencari jaringan atau mucikari prostitusi online lainnya," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhmad Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (30/4/2015).
Ngajib menuturkan, para mucikari dan pekerja seks komersial (PSK) merasa lebih aman bertransaksi dengan lelaki hidung belang via online memanfaatan sarana elektronik berbasis internet. Cara tersebut mempermudah akses konsumen untuk menyalurkan nafsunya tanpa perlu mendatangi zona lokalisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibandingkan datang ke tempat, prostitusi online ini lebih efektif dan efesien. Mucikari dan tamu bisa berkomunikasi langsung menggunakan sarana elektronik yang tersambung secara online," kata Ngajib.
(bbn/try)











































