Alun-alun Bandung Mulai Besok Steril

Alun-alun Bandung Mulai Besok Steril

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2015 12:10 WIB
Alun-alun Bandung Mulai Besok Steril
Bandung - Pada H-1 acara Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), Jalan Asia Afrika akan mulai steril sejak Kamis (23/4/2015) pukul 06.00 WIB hingga Jumat (24/4/2015) pukul 15.00 WIB. Alun-alun Bandung yang biasa jadi tempat aktivitas warga pun termasuk wilayah steril yang tak boleh dimasuki warga.

Hal itu disampaikan Pangdam III Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi Thamim saat ditemui disela-sela gladi bersih di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Rabu (23/4/2015).

"Sterilisasi akan dilakukan mulai besok, Kamis (23/4/2015) jam 6 pagi sampai Jumat (24/4/2015) jam 3 sore," ujar Dedi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyatakan steril maksudnya tidak ada lagi aktivitas warga dan juga arus lalu lintas. "Kecuali pegawai yang bekerja di sekitar sini. Itupun harus ada id. Selain itu, warga tidak diperkenankan masuk," katanya.

Warga Bandung dan sekitarnya diminta untuk memaklumi penutupan jalan serta Alun-alun Bandung.

"Untuk sementara Alun-alun ditutup sementara yah. Mohon maklum. Nanti kalau sudah selesai, silakan kalau sampai tumplek juga," tutur Dedi.

Begitu juga Jalan Asia Afrika baru akan dibuka kembali jika nanti para tamu negara dan delegasi sudah pulang.

"Kalau sudah pulang dari Pakuan, baru warga bisa menikmati," katanya.

Untuk sterilisasi objek, Dedi menyebut telah menyiapkan anggota sesuai dengan tempatnya. "Di Hotel Savoy Homann 150 angota, di Gedung Merdeka 150 anggota dan di Masjid Agung ada 300 anggota karena wilayah lebih luas," sebutnya.

Untuk Gedung Merdeka bagian dalam pun akan koordinasi dengan Paspampres. "Bagian dalam oleh paspampres, diluar oleh kewilayahan dan polisi," katanya.

Sterilisasi dilakukan untuk mencegah adanya seseorang yang akan berbuat tidak baik. "Steril itu maksudnya dalam hal kebersihan dan keamanan. Jangan sampai seperti sekarang ada orang yang simpan bungkusan ternyata bom waktu," katanya.

Namun hingga saat ini Dedi mengaku belum ada informasi atau berita yang mengkhawatirkan.


(tya/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads