Sejumlah polisi memasang garis sekira pukul 13.30 WIB, Rabu (15/4/2015). Tedjo hanya memperhatikan. Dia akan pindah sementara.
"Kata polisi, kalau tetap di sini takut ada apa-apa. Sementara saya tinggal di tempat usaha stim kendaraan tak jauh dari sini. Suhu panas di lantainya tiap saat makin bertambah," ujar Tedjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Panas itu juga menyebar ke ubin lainnya. Kami menjaga agar kalau terjadi sesuatu diharapkan tidak menimbulkan korban," tegas Andri.
Di dekat rumah Tedjo, ada beberapa kamar yang sengaja dibuat tempat kos. Ada sekitar dua orang yang mengisi kamar kos tersebut. Polisi juga meminta penghuni kos untuk pindah sementara.
Tedjo tinggal di rumah tersebut selama puluhan tahun. Baru 10 hari terakhir, lantai rumah Tedjo terasa panas. Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sukabumi menduga panas itu disebabkan aliran listrik di bawah rumah. Ternyata, menurut PLN, tidak ada kabel atau aliran listrik di bawah lantai tersebut.
(try/try)











































