Informasi ini menyebar dari mulut ke mulut hingga membuat heboh warga setempat. Ketika detikcom menyambangi kediaman Tedjo, sekira pukul 10.45 WIB, Rabu (15/4/2015), hawa panas langsung menyeruak ketika pijakan kaki memasuki ruang tamu rumah berukuran 4 x 6 itu. Hawa panas kian terasa ketika kaki berpijak lama.
"Kejadiannya sudah 10 hari. Awalnya diketahui oleh ibu saya bu Ibah (60). Beliau lagi duduk-duduk di depan, tiba-tiba teriak katanya terasa panas. Ketika saya ikut meriksa eh beneran panas, makin lama dipegang panasnya makin kuat," ungkap Tedjo kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru merasa khawatir kalau tiba-tiba ada semburan keluar, saya bingung mau pindah ke mana kalau seperti itu," imbuhnya.
Tedjo menjelaskan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sukabumi sudah mengecek. Mereka menduga ada galian listrik di bawah ubin rumah Tedjo. Ketika hal ini diadukan ke pihak PLN, menurut Tedjo, PLN mengatakan tidak ada galian yang melintas di bawah rumahnya.
"Kata orang PLN lokasi galian listrik yang menuju pabrik GSI, berada tepat di seberang jalan rumah saya dan jaraknya sekitar 9 meter dan saya pun aneh sebab sudah puluhan tahun tinggal tak pernah ada galian apapun di sini," lanjut Tedjo yang tinggal di rumah itu selama puluhan tahun.
Polsek Cikembar juga sudah mengecek. Rencananya, mereka akan segera memasang garis polisi di sekitar rumah warga itu.
"Takut terjadi sesuatu rencananya kita akan pasangi garis polisi di rumah milik Pak Tedjo. Sejauh ini kami belum mengetahui penyebab panasnya ubin rumah warga dan masih menunggu keterangan dari instansi terkait," jelas Bripka Andri, Binmas Polsek Cikembar.
(try/try)











































