Ia menuturkan, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (6/4/2015), ia berangkat dari kantornya di Cimahi untuk mencairkan cek. "Saya langsung ke bank untuk mencairkan uang," ujar Heri.
Usai mendapatkan pencairan cek sebesar Rp 225 juta, ia keluar dan kembali mengendarai sepeda motornya. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba ada motor yang memepet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun kemudian berhenti di Jalan terusan Pasir Koja hingga kemudian pelaku menghampiri dan menarik tas pinggang yang digunakan korban.
"Tas saya copot, tapi saya pertahankan, saya tarik tasnya, tapi saya jatuh sama motornya," tutur Heri.
Sempat terjadi tarik menarik antara pelaku dan korban hingga kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menebaskannya hingga mengenai pergelangan tangan korban.
Akibat tebasan tersebut, pergelangan tangan korban hampir putus. "Urat besar tangan saya putus dan harus dijahit," katanya.
Heri mengaku, tak curiga ada yang membuntuti saat mencairkan cek tersebut. "Saya tak merasa ada yang membuntuti," ujarnya.
Uang yang ia cairkan itu diakuinya diperuntukkan untuk pembayaran barang keperluan perusahaannya.
(tya/ern)











































