"Terimakasih banyak ya pak, kami ini sangat menderita sama joki itu semua," ujar Sari, Senin (6/4/2015).
Ia mengatakan joki tersebut biasa menggiring wisatawan ke toko tertentu. "Dia bawa turis, dibawa ke toko tertentu. Dia dapat 15 persen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap gebrakan yang dilakukan Emil bersama Kapolrestabes Bandung ini dapat membuat Pasar Baru kembali nyaman.
"Semoga dijawab tuntas, itu harapan kami sama Pak Wali," tutur Sari yang menyebut praktik seperti ini telah berlangsung sekitar 5 tahun.
Emil mengatakan aksi preman atau calo atau joki ini telah mencemarkan Bandung.
"Saya membayangkan digiwing-giwing (diarahkan) ke salah satu toko kan males. Diajak ngobrol aja males kan kalau kita lagi enjoy sendiri. Nanti citranya jadi buruk. Apalagi sekarang apresiasi di Pasar Baru ini banyak masuk dari Malaysia dan Singapura," katanya.
Saat Emil datang, pedagang maupun konsumen yang mayoritas ibu-ibu mengerubuti Emil. Mereka terus mengarahkan ponsel kamera untuk mengabadikan pimpinan nomor satu di Bandung itu.
(tya/ern)











































