Kota Bandung Canangkan Kota Ramah HAM

Kota Bandung Canangkan Kota Ramah HAM

- detikNews
Kamis, 02 Apr 2015 13:29 WIB
Bandung - Mulai hari ini, Senin (2/4/2015) Kota Bandung memulai perjalanannya sebagai kota Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, pencanangan Bandung sebagai Kota HAM tersebut untuk merumuskan kesepakatan kriteria HAM apa saja yang akan dimasukkan dalam piagam HAM Bandung.

Pencanangan Bandung sebagai Kota HAM ini diresmikan dengan penandatanganan Deklarasi Bandung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang didampingi Ketua the Foundation for Internaional Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) Marzuki Darusman dan Marzuki Usman di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

"Jadi hari ini adalah peristiwa bersejarah ketika kita memulai tugas untuk mengubah Kota Bandung menjadi kota Hak Asasi Manusia (HAM). Saya ingin menyampaikan bahwa Deklarasi Bandung ini hanyalah tahap awal dari proses bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar pria yang akrab disapa Emil itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emil akan mengundang seluruh pihak untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) untuk mencapai kesepakatan apa saja yang menjadi batasan-batasan HAM di Kota Bandung.

"Makanya kita akan fokus setahun ini untuk merumuskan yang kontekstual soal HAM itu seperti apa saja. Kita belum pernah bersepakat. Nanti kita mengundang semua pihak mulai dari ibu-ibu, bahkan anak kecil juga nanti kita mintain pendapatnya," terang Emil.

Sementara itu, Ketua FIHRRS Marzuki Darusman mengatakan, dipilihnya Bandung HAM karena inisiatif Wali Kota Bandung yang ingin menangkap nafas dari peringatan Konferensi Asia Afrika.

"Yang mendorong ini prakarsa Wali Kota Bandung. Justru dengan itu kita ingin bersama-sama mendengar dan menggali berbagai masalah di Kota Bandung yang berhubungan dengan dirampasnya hak asasi manusia," jelasnya.

Menurut Marzuki, dengan pencanangan tersebut, Bandung menjadi pioner di dunia sebagai Kota Ramah HAM.

"Bandung ini menjadi perintis di dunia. Bukan berarti sudah baik. Kita memulai suatu proses yang belum dilakukan dari dulu, dengan pengujian dan penilaian dari waktu ke waktu," tandasnya.

(avi/ern)


Berita Terkait