"Saya melihat ada dampak positifnya soal program tersebut, terutama kepada sejumlah orang-orang tertentu. Misalnya orang yang lagi diet nasi. Tapi sebenarnya program hari tanpa nasi itu tidak bakal berpengaruh besar kepada masyarakat," ucap Ketua Akar Bandung Dedie Soekartin via telepon, Senin (30/3/2015).
Selama ini, menurut Dedie, menyantap nasi telah menjadi budaya dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Umumnya orang pribumi di nusantara ini, sambung dia, setiap hari sudah telanjur menikmati nasi bareng sajian lauk pauk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Bandung menyatakan program satu hari tanpa nasi ini dalam rangka melatih gaya hidup manusia perkotaan agar menyantap nasi secukupnya. Tujuan lainnya agar Indonesia tidak krisis pangan.
Dedie segera mensosialisasikan program Senin Tanpa Nasi kepada 200 pengusaha kuliner yang bernaung dalam Akar Bandung. Intinya Akar ikut mendukung program Pemkot Bandung. Apakah nanti pengelola kafe dan restoran setiap Senin tidak menyuguhkan menu nasi kepada konsumen, Dedie enggan mengumbar janji.
"Saya tidak akan menekan kepada anggota. Saya juga tak menjamin keberhasilan program tersebut. Sejauh ini, saya mendengar program itu berupa imbauan saja. Soal nanti ada menu nasi atau tidak ada Senin, saya serahkan kewenangannya kepada pengelola kafe dan restoran," tutur Dedie.
(bbn/ern)











































