Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya, pemindahan dilakukan sejak siang tadi. "Nantinya kan dipasang di antara Gedung Merdeka dan Gedung PLN. Di atas Sungai Cikapundung. Tapi sementara ini akan disimpan dulu di pinggir jalan," kata Arief, disela pemindahan, Minggu (29/3/2015).
Monumen yang terbuat dari marmer seberat 12 ton itu dipotong dari tempat asalnya yakni ditengah jalan antar Jalan Asia-Afrika- Gatot Subroto-Karapitan-Sunda-Ahmad Yani. Monumen itu dipindahkan ke tempat barunya di Jalan Cikapundung Timur, atau di antara Gedung Merdeka dan Gedung PT PLN Distribusi Jabar-Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa dipindah, karena supaya satu kompleks dengan Gedung Merdeka, tempat bersejarah digelarnya KAA (Konferensi Asia Afrika,red). Nanti akan dipercantik lagi," ungkapnya.
Arief menjelaskan monumen memilki bentuk seperti putik bunga tersebut tidak akan langsung dipasang karena bagian bawah yang akan menjadi penyangga monumen masih dalam proses pengerjaan.
"Kira-kira total pemindahannya tig hari. Dudukannya hanya dicor, tidak lagi ada air mancur seperti waktu di Simpang Lima. Bawahnya hanya pakai base plat saja," terang Arief.
Untuk mempercantik monumen tersebut, kata Arief, pihaknya juga akan memasang aksara Sunda.
"Kita sudah ngobrol sama Pak Sunaryo selaku pembuat monumen ini. Beliau memperbolehkan tugu dipindah. Tapi nanti beliau akan menambahkan ornamen hanacaraka diatasnya," terang Arief.
Soal anggaran pemindahan monumen itu, menurut Arief kucuran dananya dari APBN sehingga pihaknya tidak mengetahui detil nominalnya.
"Kota Bandung hanya mengusulkan. Tapi pemerintah merespons dengan cepat dan memberi dana dari APBN. Ini pekerjaannya juga dari Kementerian PU," kata Arief.
Monumen Dasasila Bandung dibuat oleh seniman Sunaryo pada tahun 1984. Monumen tersebut memiliki konsep Bandung sebagai kota kembang, kota budaya, dan kota KAA. Lima putik pada bagian atasnya merujuk pada nama negara pemrakarsa, sementara sepuluh susun kelopak mengartikan sepuluh keputusan penting konferensi. Keseluruhan monumen itu berbentuk bunga untuk menegaskan citra Kota Bandung sebagai kota kembang dan kota budaya.
Dasasila Bandung adalah sepuluh poin hasil pertemuan KAA yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung. Pernyataan ini berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru.
(avi/try)











































