Dibalik itu, tentunya ada pekerja bangunan yang gigih bekerja cepat demi wajah baru sebagian kawasan di Bandung.
Revitalisasi sejumlah kawasan yang akan terlihat oleh tamu dari negara-negara peserta KAA ini sudah dilakukan sejak awal Maret 2015 lalu. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sempat menyebut pihaknya menargetkan semua proyek pekerjaan rampung pada 18 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerjanya harus cepat. Kadang sampai lembur. Saya biasa sampai jam 10 malam," tutur Agus saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/3/2015).
Setiap pekerja satu hari maksimal harus mengerjakan trotoar sepanjang 10 meter. Jika cuaca cerah, pekerjaan mereka mudah. Namun saat hujan besar mengguyur, mereka terpaksa harus menunggu hingga hujan sedikit reda. Mereka bekerja dua shift. Shift pertama hingga pukul 18.00 WIB, shift kedua hingga pukul 22.00 WIB.
"Ya paling kalau hujan berhenti. Nanti dilanjut lagi sampai lembur. Kalau memang mampu mau mengerjakan 24 jam juga bisa," kata Agus.
Namun mengingat kondisi cuaca Bandung yang kerap hujan, jarang ada pekerja yang lembur hingga 24 jam.
"Ya karena kan fisiknya juga setiap orang beda-beda. Kehujanan gini paling batuk pilek," ungkapnya.
Namun begitu, ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari revitalisasi trotoar untuk menyambut tamu KAA.
"Ya bangga juga. Itu kan keramik yang saya kerjain. Kemarin juga Pak Wali datang ke sini. Sering ngontrol kami ke sini," ungkapnya.
(avi/ern)











































