Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/3/2015) kemarin. Sekitar pukul 11.00 WIB, ia menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengatakan bahwa anaknya yang bernama Dede (23) telah diculik.
"Bapak dengar ditelepon ada suara yang mirip saya. Makanya keluarga percaya dan panik," ujar Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukarso akhirnya diminta mengisi pulsa untuk dua nomor ponsel sebesar Rp 100 ribu masing-masing. Setelah diberikan, pelaku lalu mengirimkan SMS yang isinya meminta pulsa untuk dua nomor lainnya.
"Minta pulsanya Rp 500 ribu," sebut Dede. Lagi-lagi Sukarso memberikannya karena mengkhawatirkan anaknya.
Sementara itu keluarga yang lain mencari keberadaan Dede dengan menelepon kantor tempat Dede bekerja. Tak ada satupun yang menelepon langsung nomor Dede. "Saya ditelepon kantor dan dikasih tahu kalau katanya saya diculik," tuturnya.
Dede langsung ke kantor dan bertemu tantenya. Dan untuk meyakinkan keluarga, ia pun langsung pulang. "Total pulsa yang diberikan Rp 1,2 juta," katanya.
Sayangnya kasus ini tak dilaporkan Sukarso ke polisi. "Bapak enggak mau lapor. Katanya yang penting saya selamat," tuturnya.
Dede hanya berharap tidak ada korban lainnya dengan modus seperti ini.
(tya/ern)











































