Menurut pria yang akrab disapa Demiz tersebut, saat ini ada 2.000 warga Jepang yang tinggal di Jabar. Mayoritas mereka tinggal di kawasan industri seperti Karawang dan Bekasi.
"Karena banyak investasi Jepang di Jabar maka ada sekitar 2.000 orang Jepang yang bekerja di Jabar," kata Demiz usai pertemuan, Rabu (4/2/2015).
Seperti diketahui belakangan warga Jepang khaawatir dengan beredarnya video pemenggalan terhadap wartawan Jepang Kenji Goto oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di internet. Tak hanya itu mereka juga mengancam akan melakukan pembantaian terhadap warga Jepang lainnya.
"Nah, kita juga membicarakan bagiamana mereka menjaga keamanan mereka. Karena belakangan ini ada dua orang di sandera oleh ISIS," imbuh Demiz.
Untuk itu, meskipun isu ISIS di Indonesia belum santer terdengar, namun Demiz tetap akan mengupayakan dan menjamin keamanan pada warga Jepang di Jabar.
"Saya kira kita sudah melakukan semua itu. Di setiap pelosok kan ada Babinsa, Linmas, Polsek, Polres. Tapi saya juga bilang ke mereka untuk tetap berdoa, ini juga menyangkut masalah umur kan," kata dia.
"Bukan hanya orang Jepang saja yang harus dijaga, tapi semua warga negara juga harus dijaga.," tandasnya.
(avi/try)











































