Banyak fasilitas hydrant atau terminal air di Kota Bandung kondisinya rusak. Sebanyak 200 unit yang titiknya menyebar, hanya tersisa tak lebih 10 unit hydrant berfungsi normal. Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (Diskar) Kota Bandung meminta tiap kecamatan membangun ground tank sebagai solusi menuntaskan problematik klasik yaitu kekurangan hydrant.
Kepala Diskar Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan keberadaan terminal air sangat diperlukan untuk bantuan darurat sewaktu terjadi bencana kebakaran. Namun kini petugas pemadam mengalami kendala lantaran mobil tangki harus bolak balik mengisi air di tempat hydrant normal. Kerepotan pun melanda jika titik area hydrant itu posisinya jauh dari tempat kebakaran.
"Kami meminta tiap kecamatan membuat dan memperbanyak tanki bawah tanah atau ground tank," kata Ferdi di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (2/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ferdi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung guna mewujudkan pembuatan ground tank di daerah permukiman penduduk. Tangki bawah tanah ini, sambung Ferdi, bermanfaat juga untuk cadangan air saat musim kemarau tiba.
"Instruksinya mulai hari ini. Perlu ada ground tank berkapasitas 5.000 liter yang lokasinya berada kawasan padat permukiman penduduk," ujar Ferdi.
(bbn/tya)











































