Pantauan di Jalan Djuanda (Dago), Kamis (1/1/2015), ribuan warga berjubel di area panggung utama yang terletak di Taman Cikapayang. Pemkot Bandung membatalkan pesta kembang api di Dago dengan alasan menghormati kondisi Indonesia yang tengah dilanda berbagai musibah.
Kembang api yang menyala di Dago ini milik pribadi warga. Sebelum rentetan kembang api menyala serentak, massa yang mayoritas anak muda ini dimanjakan dengan suguhan pentas musik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan arus lalu lintas masih tetap bisa mengalir. Hanya terjadi kepadatan di titik-titik keramaian saja," kata Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Santiadjie.
Massa juga tumpah di kawasan Alun-Alun Bandung. Suara menggelar letusan warna-warni kembang api membuat terang langit Bandung yang sempat diguyur hujan. Terompet yang ditiup warga saling bersahutan.
Ruas jalan di sekitaran Alun-Alun Bandung meliputi Jalan Asia Afrika, Jalan Dalem Kaum, Jalan Oto Iskandardinata, terjadi kemacetan. Meski begitu, massa menikmati suasana perayaan meriah pergantian tahun.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang semula dijadwalkan akan hadir di Dago atau tepatnya Taman Cikapayang, untuk menghitung mundur detik-detik menyambut 2015, ternyata batal hadir.
(bbn/tya)










































