Sebagai penunjang, di 80 titik di Kota Bandung akan dipasang CCTV dan 50 kendaraan akan dipasang GPS. Rekaman-rekaman CCTV tersebut nantinya akan dianalisis lebih detil sehingga timbul notifikasi sesuai kebutuhan.
"Kelebihannya kita pakai teknologi video analisis. Nanti misalnya, CCTV itu kita minta untuk menganalisa PKL di Jalan Merdeka. Kalau bentuknya begini, berarti itu PKL," ujar Kepala Bidang Telematika (IT) Sri Diandhini, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (27/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain bisa menganalisis wajah, bentuk dan memberikan notifikasi secara otomatis, juga bisa dikoneksikan dengan aplikasi lain, misalnya sensor banjir," ujarnya.
Teknologi-teknologi itulah, kata Dini, yang membuat proyek ini nilainya cukup mahal. "Sebetulnya kalau hanya CCTV biasa, mungkin di kota-kota lain sudah ada. Tapi yang jadi mahal itu teknologinya. Sistemnya bisa mengidentifikasi wajah, bentuk dan memunculkan notifikasi" ucapnya.
Nantinya hasil rekaman dan analisa CCTV tersebut akan tayang di videowall sebanyak 24 buah. Masing-masing layar besarnya 40-55inci
"Layar satu misalnya hanya untuk lalin. Karena bisa saja satu notifikasi itu menguasai 2-4 monitor. Atau kalau Pak Wali mau lihat pantauan Pasteur di semua layar bisa," tandasnya.
(avi/ern)










































