Hal itu disampaikan Iriawan pada wartawan saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (28/10/2014).
"Sampai sekarang saya masih komit dan berpegang pada himbauan kami yang pertama," ujar Iriawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan pembatasan jam malam angka kriminalitas di Kota Bandung menurun. Padahal Jabar, disebut Iriawan termasuk daerah dengan potensi konflik tertinggi di Indonesia termasuk di antaranya 5 kabupaten kota di Jabar.
"Tapi semenjak ada imbauan itu, peredaran miras dan narkotika menurun, bahkan prostitusi. Masa itu tidak didukung," tutur Iriawan.
Bahkan menurutnya banyak daerah di luar Jabar banyak yang mengapresiasi pembatasan operasional jam malam di Kota Bandung.
"Banyak dari daerah yang lain juga bertanya bagaimana Jawa Barat bisa seperti ini. Ingin belajar ke tempat kita. Makanya dukungan masyarakatlah yang paling penting," jelasnya.
Kemarin, seratusan sekuriti tempat hiburan malam mendatangi Kantor DPRD Bandung. Mereka meminta dewan untuk mendesak wali kota dan polisi mencabut pemberlakuan jam malam bagi tempat hiburan malam. Mereka mengklaim penghasilannya menurun.
(tya/ern)











































