Mereka pun bukan sekali ini saja melakukan aksi serupa, tercatat dalam sepekan ini sudah 3 kali mereka beraksi di minimarket-minimarket di Bandung. Bat (36), AZ (24) dan Hil (23) ditangkap setelah beraksi di minimarket tempat Bat pernah bekerja.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat ketiganya masuk ke minimarket sambil membawa golok. Sandi Sopian (23) dan Arif Rianto (23) yang sedang mempersiapkan toko terkejut dengan kehadiran ketiganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mencoba lari namun ia terpojok. Pelaku menanyakan siapa yang pegang kunci brankas. Ia sempat melawan, namun pelaku mengayunkan golok hingga jari manis di tangan kirinya terluka.
"Saya lari keluar lalu teriak. Warga dengar lalu ngasih tau polisi," katanya. Para pelaku pun ditangkap tak lama setelah beraksi.
Sandi mengaku, dari tiga pelaku ia mengenal satu di antaranya. "Yang satu saya kenal. Dia pernah kerja juga. Jadi driver. Yang dua lagi saya engga kenal," ungkapnya.
Pegawai yang juga ada saat kejadian, Arif pun mengalami kekerasan. Ia sempat disekap disalah satu ruangan. Ia juga mendapatkan bogem dikepalanya hingga memar.
"Yang ngiket saya balik lagi dan ngelepasin saya. Katanya, kamu dilepasin tapi diluar jangan nyebut bangsat ya," tuturnya.
Saat diluar minimarket warga telah banyak berkumpul. Arif yang mengikuti pelaku dari belakang sambil membawa helm pun memukul dengan helm yang dibawanya.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi menuturkan jika para pelaku ini sudah tiga kali menjalankan aksinya. Yang pertama terjadi di Jalan Ahmad Yani dekat Stadion Persib. Kemudian Indomaret di Jalan BKR serta terakhir di Terusan Jalan Jakarta.
"Modusnya sama. Mereka beraksi di pagi hari ketika karyawan sedang mempersiapkan toko sebelum toko buka," katanya didampingi Kasat Reskrim AKBP Mokhamad Ngajib.
Ketika beraksi, para pelaku selalu membekali diri dengan golok. "Mereka akan menyekap karyawan toko. Jika melawan, pelaku tak segan-segan melukai korbannya," tambah Mashudi.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti golok, kunci letter t serta dua buah motor.
Polisi pun terpaksa menembak Bat saat penangkapan karena sempat berusaha kabur saat diminta menunjukkan tempat tinggal rejannya. Bat merupakan mantan sopir Indomaret di Cicaheum dan kemudian menjadi ketua komplotan.
"Dia dikeluarkan. Jadi sakit hati. Kami curiga karena di tempat perampokan, pelaku dengan mudah bisa menemukan brankas dan juga sempat merusak cctv di TKP Jalan BKR. Ini menandakan pelaku sudah tahu situasi," tuturnya.
Menurutnya, ketika menyatroni Indomaret di Jalan Ahmad Yani, para pelaku menggasak uang Rp 18 juta. Kemudian di Jalan BKR uang yang dicuri jumlahnya Rp 12 juta. Selain itu, rokok-rokok yang ada di mini market pun digasak para pelaku.
Ketiganya kini ditahan di Mapolrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(tya/tya)











































