Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengakui Bandung memang belum termasuk ke dalam kota yang layak anak. Untuk itu ke depan, ia akan berjanji akan berbuat maksimal untuk membuat Kota Bandung lebih nyaman dan layak untuk anak.
"Kita memang diwarisi kota yang baru nyaman buat laki-laki dewasa. Buat anak-anak dan perempuan belum. Karena tidak semua waktu bisa nyaman. Contohnya kalau pulang malam hari masih belum nyaman," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan usai menghadiri Talk Show dan Kuliah umum dengan tema "Revousi Mental Dimulai Dari Keluarga, Kampus dan Kota Layak Anak" di ITBn Jalan Ganesha, Selasa (14/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perbanyak ruang interaksi anak seperti taman, kita juga punya relawan yang menjadi motor penggerak agar melaporkan hal-hal yang sifatnya mengancam keselamatan. Juga mencari ide-ide kreatif agar tumbuh fasilitas standar layak anak," ungkapnya.
Menurut Emil, pihaknya sudah menerima indikator agar sebuah kota bisa menjadi layak anak. Hal itu yang akan menjadi dasar untuk Bandung menuju Kota Layak Anak.
"Indikatornya seperti pendidikan, kesehatan, ruang interaksi, keberpihakan anggran, peraturan pemerintah dan sebagainya," ujar Emil.
Lalu kapan Bandung bisa menjadi kota layak anak? "Insya Allah tahun depan," tandasnya.
(avi/ern)











































