Ombudsman Laporkan Temuan Kelas Bak Kandang Kambing ke Gubernur Jabar

Ombudsman Laporkan Temuan Kelas Bak Kandang Kambing ke Gubernur Jabar

- detikNews
Kamis, 02 Okt 2014 17:21 WIB
Ombudsman Laporkan Temuan Kelas Bak Kandang Kambing ke Gubernur Jabar
Foto: Tya Eka Yulianti/detikcom
Bandung - Di tengah program pembangunan ribuan ruang kelas baru yang dibanggakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, ternyata masih juga ditemukan ruang-ruang kelas tak laik di Jabar. Seperti temuan Ombudsman RI atas sejumlah ruang kelas rusak yang disebut bak kandang kambing.

Hasil temuan Ombudsman On The Spot tahun 2011 dan 2014 ini disampaikan Budi Santoso, Kepala Bidang Penyelesaian dan Laporan Ombudsman RI dalam kunjungannya ke Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/10/2014). Sedianya, Gubernur Jabar menerima rombongan Ombudsman ini, namun ternyata diwakili oleh Dady Iskandar, Kabiro Pelayanan Sosial Dasar pada Setda Provinsi Jabar.

"Pada 2011 kami memotret sekolah di Kabupaten Bogor. Kemudian di 2014 di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," ujar Budi di ruang Sangga Buana Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Bogor Ombudsman menginvestigasi sejumlah sekolah di 7 kecamatan dengan temuan antara lain ruang kelas rusak, atap bocor, bangunan rawan bahaya dan sebagainya seperti di SD 02 Cidokom.

Kondisi tak jauh berbeda Ombudsman temukan di Bekasi dan Depok. Mulai dari kekurangan ruang kelas, atap menggantung dan rawan ambruk, tembok ambrol hingga tanah yang masih sengketa.

"Banyak kondisinya yang mengkhawatirkan. Kalau lampu itu kondisinya sudah 5 watt. Udah seperti kandang kambing, tidak sehat," sebutnya.

Budi pun menyebut, ada sekolah yang terpaksa memaksakan kapasitas siswa yang seharusnya hanya 32 orang per kelas hingga 60 siswa.

"Dalam satu kelas dijejalkan 60 siswa. Menyedihkan," katanya.

Budi pun dalam kesempatan tersebut meminta Pemprov Jabar yang memiliki program pembangunan 20 ribu ruang kelas baru hingga 2018 bisa memberikan prioritas pada sekolah-sekolah yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

"Kami berharap lokasi-lokasi yang sudah kami investigasi tersebut bisa jadi prioritas. Kita tunggu loh pak komitmennya," tutur Budi.

(tya/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads