Hasil temuan Ombudsman On The Spot tahun 2011 dan 2014 ini disampaikan Budi Santoso, Kepala Bidang Penyelesaian dan Laporan Ombudsman RI dalam kunjungannya ke Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/10/2014). Sedianya, Gubernur Jabar menerima rombongan Ombudsman ini, namun ternyata diwakili oleh Dady Iskandar, Kabiro Pelayanan Sosial Dasar pada Setda Provinsi Jabar.
"Pada 2011 kami memotret sekolah di Kabupaten Bogor. Kemudian di 2014 di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok," ujar Budi di ruang Sangga Buana Gedung Sate Bandung, Jalan Diponegoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tak jauh berbeda Ombudsman temukan di Bekasi dan Depok. Mulai dari kekurangan ruang kelas, atap menggantung dan rawan ambruk, tembok ambrol hingga tanah yang masih sengketa.
"Banyak kondisinya yang mengkhawatirkan. Kalau lampu itu kondisinya sudah 5 watt. Udah seperti kandang kambing, tidak sehat," sebutnya.
Budi pun menyebut, ada sekolah yang terpaksa memaksakan kapasitas siswa yang seharusnya hanya 32 orang per kelas hingga 60 siswa.
"Dalam satu kelas dijejalkan 60 siswa. Menyedihkan," katanya.
Budi pun dalam kesempatan tersebut meminta Pemprov Jabar yang memiliki program pembangunan 20 ribu ruang kelas baru hingga 2018 bisa memberikan prioritas pada sekolah-sekolah yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.
"Kami berharap lokasi-lokasi yang sudah kami investigasi tersebut bisa jadi prioritas. Kita tunggu loh pak komitmennya," tutur Budi.
(tya/try)











































