Penemuan mayat pria ber-jam rolex yang ditemukan di kebun kosong Kampung Pasantren, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, membuat geger. Hidung mayat mengeluarkan darah. Namun polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuhnya. Diduga ia sakit dan terjatuh hingga meninggal.
"Sementara ini kami tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kesimpulan sementara bukan korban pembunuhan," Ungkap Kompol Warsito, di RSUD R Syamsudin SH sekitar pukul 09.30 Wib, Sabtu (13/9/2014).
Namun keterangan Kapolsek tersebut berbeda dengan keterangan Dr Agnes Eka Putri, petugas medis RSUD R Syamsudin SH pada pukul 12.00 Wib siang tadi. Visum sementara yang dilakukan pihaknya terdapat sejumlah luka di bagian kepala belakang korban.
"Visum sementara yang kami lakukan ada benjolan dan penyok atau dalam istilah kedokteran disebut Depress pada bagian belakang kepala, begitu juga ada pergeseran di rahang kanan sebelah atas dan bawah. Dari hidung dan mulut masih mengeluarkan darah segar," ungkapnya.
Posisi mayat berada di sebuah kebun kosong gang buntu menuju eks gudang penyimpanan LPG tak jauh dari Pool Bis Laju Utama, sejumlah warga mengaku tak mengenali korban. Begitu juga sejumlah supir dan kondektur yang berada di pool bis tak ada yang mengenalinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan KTP korban bernama Abu Safari, sementara NPWP nya R.A Abu Safari. Alamatnya pada KTP korban di Kotabumi Lampung, sementara pada NPWP beralamat di Tangerang. Korban berbadan gemuk, tinggi 170 Cm, memakai baju biru dan celana jeans biru dan pada tangannya menggunakan Jam Rolex.
(ern/ern)











































