Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengomentari fenomena mencaci maki serta menghina di media sosial. Ia pun mengaku kerap dihina, namun ia menanggapinya biasa saja dan tak berniat melaporkannya.
"Konsekuensi sosmed ya begitu, semua orang bisa caci maki tanpa tanggung jawab. Makanya, harusnya ada aturan supaya bisa menyelamatkan kebebasan," ujar Deddy, Jumat (12/9/2014).
Meski aturan yang dibuat kesannya membatasi kebebasan, namun menurutnya hal itu perlu dilakukan untuk menyelamatnya kebebasan itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nabi saja ada yang enggak suka. Apalagi saya. Enggak usah ditanggapilah. Jadi repot," katanya.
Menurutnya, stiap orang pasti tidak mungkin disukai semua orang. Ia lebih memilih untuk mengabaikan orang yang tidak menyukainya dan mengatakan kata-kata tak baik dan kasar.
"Anggap saja kita tidak pernah dengar dan dia tidak pernah bicara yang isinya maki-maki," tutur Deddy.
Soal Wali Kota Bandung yang melaporkan akun di medsos karena dianggap menghina dirinya, ia pun berkomentar singkat.
"Ya itu sikap Kang Emil. Silakan saja. Itu kan haknya. Itu boleh dilakukan di saat tertentu," katanya.
(tya/ern)











































