Hal itu diungkapkan Kabid Operasional Dishub Kota Bandung IW Ginting, kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (2/9/2014).
"Kami dari Dishub membentuk tim gabungan untuk menertibkan angkutan umum yang kerap ngetem di jalanan di Kota Bandung. Termasuk travel yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan." ujar Ginting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim gabungan ini kami siapkan 20 orang untuk dua regu. Kemarin-kemarin kami tidak bisa menindak karena Dishub sendiri tidak diberi kewenangan untuk bisa menindak, kecuali bekerjasama dengan Kepolisian dan Satpol PP," terang Ginting.
Menurut Ginting, saat ini ada 50 titik rawan yang kerap dipakai ngetem dan menjadi terminal bayangan bagi angkutan umum. Di antaranya yang kerap dilaporkan masyarakat yakni Jl Riau, Jl Dalem Kaum, Jl Dago, Jl Kebon Kalapa, dan lainnya.
"Rawan pengeteman itu kalau pagi biasanya di sekitar Kebon Kalapa, Dewi Sartika. Kalau sore biasanya di Otista dan Kalipah Apo. Ada karakteristik beda-beda," jelasnya.
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan lokasi-lokasi yang dipakai untuk ngetem angkutan umum.
"Bisa mention lewat twitter @dishub_kotabdg atau lewat mention @PemkotBandung," tandasnya.
(avi/ern)










































