Dalam aksinya, massa membawa sejumlah spanduk dan poster yang diantaranya bertuliskan 'Rakyat Kota Bandung Tagih Janji Kang Aher dan Kang Demiz Sekolah Gratis Sampai SMA/SMK' dan 'Bagaimana Jabar Masyarakat Maju, Pendidikan Aja Masih Bayar. Anggaran 20 Persen Pergi ke Sakunya Siapa'.
"Waktu pilgub, Kang Aher dan Demiz menjanjikan sekolah gratis sampai SMA gratis. Tapi sampai sekarang baru 20 kabupaten kota, sementara ibukota provinsi, Bandung belum bisa gratis," ujar Iwan Hermawan dari Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung saat berorasi di atas mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malu denga kabupaten kota lain. Masa kalah dengan Purwakarta, Depok, Banjar. Bandung malah yang biaya pendidikannya paling mahal se-Jabar," katanya.
Gubernur diminta untuk tidak menyetujui RAPBD Kota Bandung Tahun 2015 jika Bandung tidak menganggarkan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk menggratiskan pendidikan.
"Kami minta Gubernur untuk bisa menekan Kota Bandung memberikan pendidikan gratis," katanya.
Iwan mengatakan, di Kota Bandung saat ini biaya SPP perbulan bisa mencapai Rp 300-500ribu. Sementara biaya DSP Rp 3-5 juta.
Biaya BOS dari provinsi yang besarnya Rp 200 ribu per siswa per tahun pun dinilai masih sangat kecil dan kurang mencukupi kebutuhan.
"Setidaknya bisa Rp 1 juta lah. Dengan anggaran 20 persen dari APBD sebesar Rp 3 triliun seharusnya bisa," tuturnya.
Perwakilan demonstran kemudian diterima untuk masuk dan beraudiensi dengan biro Pelayanan Sosial.
(tya/ern)










































