Ia menuturkan, pernikahan dengan Desi pada Juni 2013 dilangsungkan karena Desi mengaku hamil anaknya akibat hubungan di luar nikah. Saat itu, Desi mengaku usia kandungannya sudah berusia 2 atau 3 bulan saat pernikahan dilangsungkan. Selama pernikahan, Desi biasanya memeriksakan kehamilannya setiap awal bulan ke bidan dengan meminta uang pada dirinya.
"Saya enggak pernah mengantar karena tidak sempat. Paling saya tanya hasil pemeriksaan saja," ujar Swara di ruang sidang VI PN Bandung Jalan LRE Martadinata, Rabu (27/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya ada juga yang lahirannya lebih dari 9 bulan. Ya saya karena tidak mengerti, belum pengalaman, saya tidak curiga," katanya.
Soal kecelakaan yang menimpa Desi hingga mengakibatkan keguguran seperti yang disebutkan dalam surat dakwaan, Swara mengatakan sempat mengetahui soal kecelakaan tersebut.
"Waktu itu Desi lagi kabur, saya dapat pesan singkat dari nomor hp Desi kalau yang punya punya hp ini kecelakaan di Padalarang. Tapi saya coba susulin enggak ada," jelasnya.
Satu bulan lamanya Swara tak bertemu dengan istrinya. Saat kembali Swara tak menanyakan kondisi kehamilan Desi karena melihat masih sama seperti sebelumnya. Perutnya besar seperti orang hamil.
"Saya juga beberapa kali pegang perutnya, ya kaya lagi hamil aja makanya enggak curiga," tuturnya.
Hingga kemudian pada 25 Maret 2014, Swara yang sedang berada di kantor menerima kabar bahwa istrinya itu melahirkan keberosotan.
"Pas saya pulang, ya udah ada bayi, perempuan," katanya.
Meski telah melahirkan, Swara tak melihat Desi seperti merasa kesakitan atau kesulitan berjalan. "Saya cuma di dalam hati aja ngerasa anehnya. Saya mikirnya istri saya fisiknya kuat," tutur Swara.
Hingga dua hari kemudian, saat Desi ke warung, di rumah ia didatangi oleh orang yang kemudian diketahui adalah polisi tanpa seragam. Mereka memberitahu bahwa anak yang dibawa Desi itu bukanlah anaknya.
Ia pun dibawa ke Polsek Sukajadi untuk dimintai keterangan sebelum ia bertemu istrinya.
"Saya cuma dikabari kalau istri saya itu sudah di IGD karena menjatuhkan diri di Pasupati," katanya.
(tya/ern)











































