Nonton bareng (nobar) putusan MK soal sengketa Pilpres 2014 terlihat di salah satu pangkalan ojeg di Kota Bandung. Barisan wong cilik ini haus informasi soal nasib kepemimpinan Indonesia lima tahun mendatang. Bagaimana suasananya?
Volume layar televisi ukuran 21 inci yang tersimpan di rak besi sengaja diputar kencang. Salah satu stasiun televisi menyiarkan langsung situasi sidang MK serta penggalan aksi demonstrasi massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Siang menyengat di pangakalan ojeg Cipagalo, Jalan Terusan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (21/8/2014).
Suara bising knalpot motor dan mobil yang melintas di kawasan ini tak mengusik tatapan serius sejumlah sopir ojeg ke arah layar televisi berwarna. "Kami netral. Tidak memihak siapapun. Tapi kami perlu tahu hasil akhir keputusan MK," ucap Dede Junara (46), salah satu sopir ojeg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terpenting Indonesia tetap damai dan aman. Siapa saja presiden dan wakil presidennya, kami sebagai rakyat kecil ingin Indonesia ke depan bisa sejahtera," tutur Dede.
Reaksi serupa terlontar dari ucapan Rahmat (48). Di sela-sela nobar ini Rahmat mengungkapkan beragam harapan untuk pemimpin Indonesia periode 2014-2019.
"Janji-janji kampanye waktu itu tolong dikabulkan. Sejahterakan seluruh warga Indonesia. Sembako harus murah, pendidikan gratis bagi generasi bangsa. Jangan ada lagi koruptor," ujarnya.
Rahmat berharap jangan terjadi konflik yang bisa memecah belah kerukunan masyarakat setelah putusan MK. "Indonesia harus aman dan damai," ucap Rahmat.
(bbn/ern)











































