Protes Pungli Pemudik, 3 Warga Sumedang Malah Dianiaya Anggota Ormas

Protes Pungli Pemudik, 3 Warga Sumedang Malah Dianiaya Anggota Ormas

- detikNews
Rabu, 30 Jul 2014 12:45 WIB
Bandung - Tiga warga Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan sekelompok pemuda yang tergabung salah satu organisasi masyarakat (ormas). Insiden terjadi setelah warga sekitar memprotes sikap oknum anggota ormas yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada pemudik.

Kasus penganiayaan tersebut berlangsung di perempatan jalan atau depan kantor Desa Cileles, Selasa (29/7/2014) kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB. Kawasan Cileles dijadikan jalur alternatif oleh sebagian pemudik menuju Sumedang.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Nicko N. Adi Putra menjelaskan kejadian bermula sewaktu enam warga Cileles yaitu Domo, Angga, Deden, Hari, Agi, dan Iwan mendatangi delapan pria asal Desa Cilayung bertaribut salah satu ormas di Sumedang. Oknum anggota ormas itu diduga memungut uang kepada pengemudi kendaraan, termasuk kendaraan pemudik yang lewat di lokasi kejadian sejak 25 Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemuda warga Cileles berjumlah enam orang merasa geram dengan adanya aksi meminta minta uang di Desa Cileles yang dilakukan oleh sekelompok orang memakai atribut ormas. Warga menanyakan kenapa mereka meminta-minta uang di Desa Cileles," kata Nicko melalui pesan singkat, Rabu (30/7/2014).

Kedua pihak adu argumen. Kelompok ormas itu beralibi sudah mendapat restu dari Kepala Desa Cileles Suhendar. Mereka mengklaim hasil pengumpulan uang buat disumbangkan kepada anak yatim. Diselimuti rasa penasaran, Domo dan lima rekannya beranjak pergi menyambangi rumah Suhendar.

"Ternyata kepala desa tidak memberikan izin," kata Nicko.

Domo cs makin kesal. Menurut Nicko, keenam pemuda Desa Cileles tersebut kembali menghampiri lahan pemungutan liar untuk membubarkan ulah kelompok ormas. Bentrok tak terhindarkan.

"Di lokasi itu sudah berkumpul sekelompok orang yang berjumlah 35 orang beratribut ormas. Lalu terjadi keributan di tempat kejadian antara pemuda Cileles berjumlah enam orang dengan sekelompok orang tersebut," tutur Nicko.

Pertikaian tak seimbang membuat Domo dan kawan-kawannya kewalahan. Tiga warga Cileles bersimbah darah. "Domo luka di kepala terkena pukulan batu, Dede dan Angga luka bacok di kepala," kata Nicko.

Warga Cileles lain yang mengetahui ada tetangganya dikeroyok, langsung bergerak mencari pelaku. Rupanya pelaku kabur dan meninggalkan delapan unit sepeda motor di tempat kejadian perkara. "Warga yang marah membakar delapan motor itu," ujar Nicko.

Beruntung polisi tiba di lokasi kejadian sehingga amarah warga tidak merembet. Polisi meredam warga agar tidak main hakim sendiri.

Dua warga Cileles mengalami luka bacok dibawa ke RS Al Islam Bandung. Satu korban lainnya diobati di Puskesmas Jatinangor. "Semua korban sudah pulang ke rumahnya masing-masing," kata Nicko.

Menyusul peristiwa ini, polisi mengamankan sejumlah oknum ormas yang diduga terlibat penganiayaan. "Ada sembilan orang yang masih didalami keterangannya. Mereka diperiksa di Mapolres Sumedang," kata Nicko.

Polisi terus menyelidiki dan memburu pelaku penganiayaan. Saat ini penyidik sudah meminta keterangan 15 orang saksi.

(bbn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads