"Modus pencurian dengan menawarkan air minum berisi obat bius perlu diwaspadai seluruh penumpang," ucap Kepala Terminal Leuwipanjang Erick Sudjana saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/7/2014).
Selain itu, aksi pencopetan berpura-pura sebagai penumpang pun patut menjadi perhatian. Erick meminta calon penumpang dapat menjaga diri sewaktu berada di area terminal dan dalam bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengingatkan penumpang tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal menawarkan makan dan minuman. Sebaiknya, kata Erick, penumpang menolak segara tawaran yang justru malah berbuntut musibah.
"Bahaya kalau minum berisi obat bius. Orang bisa pingsan. Kalu terjadi begitu, pelaku leluasa mempreteli barang-barang penumpang," tutur Erick.
Sejak H-7 hingga H-3 atau Jumat ini, Erick memastikan tidak ada pemudik menjadi korban kriminal di Terminal Leuwipanjang. Guna mengantisipasi aksi pelaku kejahatan, sejumlah aparat polisi berseragam disebar di seputaran terminal tersebut.
(bbn/try)











































