Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengusulkan penambahan hari libur Hari Raya Idul Fitri 2014. Aher sapaan Heryawan menyiapkan langkah agar usulan tersebut disetujui pemerintah pusat.
"Besok lusa kami kirim surat ke Kemenpan (Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara,red). Ya supaya libur diperpanjang atau sejak H-5 lebaran," kata Aher sewaktu jumpa pers Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2014 Dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (15/7/2014).
Menurut Aher, Pemprov Jabar tidak berwenang menambah atau mempercepat libur lebaran tahun ini. Namun Aher berjanji menyampaikan usulan dari berbagai pihak itu kepada pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan Hari Raya Idul Fitri diprediksi pada 28 Juli 2014. Libur bersama dilaksanakan H-2 Idul Fitri atau pada Sabtu 26 Juli. Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan berharap libur lebaran ditambah atau dipercepat sejak H-5 (23 Juli), sehingga pemudik bisa ke luar dari Jabar selama 8 jam.
Iriawan menginginkan Operasi Ketupat Lodaya 2014 berjalan aman dan tertib. Rasa nyaman juga dirasakan pemudik sewaktu kendaraannya melintasi jalur-jalur mudik di Jabar. Sebagai penanggung jawab keamanan, Polda Jabar khawatir terjadi penumpukan kendaraan di jalur mudik jika libur tetap berlangsung H-2.
"Kami menginginkan libur lebaran itu sejak 23 (Juli) atau H-5. Jadi pemudik punya waktu lama memilih hari untuk mudik," ucap Iriawan di tempat sama.
Jenderal polisi bintang dua ini berharap pemerintah pusat bisa menyetujui usulan libur tersebut. "Semoga saja pemerintah pusat bisa mendengarkan jeritan hari Kapolda Jabar," uajar Iriawan. (bbn/ern)











































