"Saya tidak mengambil posisi percaya dulu. Keilmiahan ini jadi diragukan. Apakah (lembaga survei) itu dibayar, atau dimanipulasi jadi bingung. Saya posisinya netral, tidak mempercayai," ujar Emil sapaan akrab Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (11/7/2014).
Menurut Emil, ia tidak mempercayai hasil quick count yang diklaim masing-masing calon. Ia meragukan hasil quick count yang berbeda, karena hasil survey merupakan metode ilmiah yang seharusnya hasilnya sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun berharap warga Bandung tidak terpengaruh dengan adanya dua versi berbeda lembaga survei yang memenangkan dua pasangan capres-cawapres.
"Saya harap warga mengikuti penghitungan di KPU saja. Karena pihak a (survei) suka sama a (capres-cawapres) mengklaim benar, begitu juga sebaliknya. Jadi ada perselisihan. Jadi percayakan pada KPU saja nanti," tandasnya.
(avi/ern)











































